• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Berita

Fakta Wisata Panas Bumi Papandayan Garut: Sejarah Letusan, Pengelolaan Konservasi, dan Dampak Ekonomi Warga

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
28 Februari 2026
in Berita
A A
0
Fakta Wisata Panas Bumi Papandayan Garut: Sejarah Letusan, Pengelolaan Konservasi, dan Dampak Ekonomi Warga

Wisata panas bumi Papandayan Garut hadirkan pemandian air panas alami dari aktivitas Gunung Papandayan.(Istimewa)

Share Share ShareShareShare

Garut, Berita Geothermal – Di ketinggian sekitar 2.665 meter di atas permukaan laut, Gunung Papandayan menyimpan energi panas bumi yang tak pernah benar-benar padam. Dari aktivitas vulkanik inilah lahir pemandian air panas alami di kawasan Kawah Papandayan, salah satu daya tarik unggulan wisata Garut.

Air hangat yang kini menjadi tempat relaksasi wisatawan itu sejatinya adalah hasil proses geologi panjang selama ratusan tahun.

Terbentuk dari Rangkaian Letusan Besar

RelatedPosts

EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

Komisi XII DPR Kawal Proyek Geotermal NTT, Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Kabar Baik untuk Geothermal! ESDM Kaji Kenaikan Tarif Listrik Panas Bumi, Investasi PLTP Berpotensi Melonjak

Catatan sejarah menyebutkan letusan besar tahun 1772 sebagai peristiwa paling mengubah wajah Papandayan. Erupsi tersebut menyebabkan runtuhnya bagian puncak gunung dan membentuk morfologi tapal kuda (horseshoe-shaped crater) yang masih terlihat hingga kini.

Aktivitas berlanjut pada periode 1923–1927 dalam bentuk letusan lumpur dan penguatan aktivitas solfatar, terutama di Kawah Mas. Sementara itu, letusan freatik 2002 memicu longsoran dinding kawah Nangklak dan membentuk kawah baru yang masih aktif secara termal.

Secara ilmiah, pemandian air panas terbentuk ketika air hujan meresap melalui rekahan batuan vulkanik dan mencapai zona panas di bawah permukaan. Air tersebut kemudian dipanaskan oleh batuan bersuhu tinggi atau sisa magma, lalu naik kembali ke permukaan sebagai mata air panas yang mengandung sulfur.

Di kawasan ini, pengunjung bisa melihat langsung fumarola (hembusan uap panas), kolam lumpur mendidih, hingga endapan belerang berwarna kuning cerah.

Status Kawasan Konservasi, Dikelola Swasta

Kawasan wisata ini berada di dalam Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, yang statusnya merupakan kawasan konservasi.

Sejak 2016, pengelolaan wisata dipercayakan kepada PT Asri Indah Lestari. Namun, secara operasional dan pengawasan utama tetap berada di bawah koordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar), karena lokasinya berada di area konservasi negara.

Selain itu, pengelola juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut dalam aspek pengembangan pariwisata, keamanan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Skema ini memungkinkan pengembangan fasilitas wisata tetap berjalan dengan prinsip konservasi dan keberlanjutan lingkungan.

Harga Tiket dan Operasional Terbaru

Wisatawan yang ingin menikmati pemandian air panas dikenakan tiket terpisah dari tiket masuk kawasan.

Tiket kolam air panas:

  • Weekday: Rp20.000
  • Weekend: Rp25.000
  • Anak-anak: Rp10.000–Rp15.000

Tiket masuk kawasan TWA:

  • Wisatawan nusantara weekday: Rp20.000–Rp30.000
  • Weekend: Rp25.000–Rp35.000
  • Kendaraan roda dua: Rp12.000
  • Kendaraan roda empat: Rp25.000

Jam operasional reguler pukul 07.00–17.00 WIB. Pada Jumat buka hingga pukul 00.00 WIB, dan akhir pekan bisa beroperasi 24 jam. Pengunjung disarankan membawa uang tunai secukupnya.

Manfaat Kesehatan Berbasis Sulfur

Kandungan belerang (sulfur) dalam air panas Papandayan dipercaya memiliki manfaat kesehatan, di antaranya:

  • Membantu mengatasi penyakit kulit seperti gatal, eksim, dan infeksi jamur
  • Meredakan nyeri otot dan sendi
  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Memberikan efek relaksasi alami

Namun, wisatawan dianjurkan berendam maksimal 10–15 menit untuk menghindari pusing atau iritasi kulit. Setelah berendam, tubuh sebaiknya dibilas dengan air bersih. Suhu udara di kawasan ini dapat turun hingga sekitar 8 derajat Celsius, terutama pagi dan malam hari.

ADVERTISEMENT

Dampak Ekonomi Nyata bagi Warga

Keberadaan pemandian air panas mengubah Papandayan dari sekadar destinasi pendakian menjadi wisata keluarga dan kesehatan.

Di wilayah Cisurupan dan sekitarnya, dampak ekonomi terasa langsung. Warung makan, kios kelontong, penyewaan handuk dan sarung, jasa ojek wisata, pemandu lokal, hingga homestay milik warga mengalami peningkatan omzet, terutama saat akhir pekan dan libur nasional.

Produk oleh-oleh seperti belerang padat untuk perawatan kulit juga menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat.

Target Wisata Panas Bumi Kelas Dunia

Pemerintah daerah bersama aparat TNI/Polri rutin melakukan pengamanan dan patroli di kawasan wisata. Infrastruktur akses juga terus ditingkatkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.

Papandayan bahkan didorong menjadi bagian dari pengembangan wisata panas bumi (geothermal tourism) bersama kawasan lain di Garut.

Dengan kombinasi sejarah letusan berusia ratusan tahun, fenomena geologi aktif, manfaat kesehatan, serta pengelolaan berbasis konservasi, pemandian air panas Kawah Papandayan kini tak hanya menjadi tempat berendam, tetapi juga laboratorium alam terbuka yang hidup sekaligus mesin penggerak ekonomi lokal Garut.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Gunung PapandayanKawah Papandayan Garutpemandian air panas Papandayan Garutwisata panas bumi Papandayan
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Pertamina NRE Batalkan Investasi US$ 200 Juta di Lapangan Panas Bumi Suswa Kenya

Next Post

Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

Related Posts

EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

21 Juli 2026
Komisi XII DPR Kawal Proyek Geotermal NTT, Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Komisi XII DPR Kawal Proyek Geotermal NTT, Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas

16 Juli 2026
Kabar Baik untuk Geothermal! ESDM Kaji Kenaikan Tarif Listrik Panas Bumi, Investasi PLTP Berpotensi Melonjak

Kabar Baik untuk Geothermal! ESDM Kaji Kenaikan Tarif Listrik Panas Bumi, Investasi PLTP Berpotensi Melonjak

15 Juli 2026
IIGCE 2026 Buka Lomba Esai, Foto, dan Video Geothermal Berhadiah Total Rp45 Juta

IIGCE 2026 Buka Lomba Esai, Foto, dan Video Geothermal Berhadiah Total Rp45 Juta

14 Juli 2026
Prof. Nenny Miryani Dorong Panas Bumi Jadi Pilar Ketahanan Energi, PGE Bidik 1,8 GW

Prof. Nenny Miryani Dorong Panas Bumi Jadi Pilar Ketahanan Energi, PGE Bidik 1,8 GW

14 Juli 2026
PGE Kantongi Pendanaan Global Rp7,6 Triliun, Tiga Proyek Panas Bumi Masuk Green Book 2026

PGE Kantongi Pendanaan Global Rp7,6 Triliun, Tiga Proyek Panas Bumi Masuk Green Book 2026

6 Juli 2026
Next Post
Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

Seabad Perjalanan SLB: Dari Pemetaan Bawah Tanah hingga Pengembangan Energi Panas Bumi Dunia

Seabad Perjalanan SLB: Dari Pemetaan Bawah Tanah hingga Pengembangan Energi Panas Bumi Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

ReforMiner: Revisi Perpres 112/2022 Kunci Percepatan Investasi Panas Bumi

ReforMiner: Revisi Perpres 112/2022 Kunci Percepatan Investasi Panas Bumi

21 Juli 2026
EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

21 Juli 2026
Star Energy Salak Jadi Rujukan DPRD Lampung Barat soal Panas Bumi dan Kelestarian Hutan

Star Energy Salak Jadi Rujukan DPRD Lampung Barat soal Panas Bumi dan Kelestarian Hutan

20 Juli 2026
Mahasiswa UNM Jadi Oral Presenter di IIGW 2026, Paparkan Riset Panas Bumi untuk Ekonomi Lokal

Mahasiswa UNM Jadi Oral Presenter di IIGW 2026, Paparkan Riset Panas Bumi untuk Ekonomi Lokal

20 Juli 2026

Recent News

ReforMiner: Revisi Perpres 112/2022 Kunci Percepatan Investasi Panas Bumi

ReforMiner: Revisi Perpres 112/2022 Kunci Percepatan Investasi Panas Bumi

21 Juli 2026
EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

EBTKE: Proyek Panas Bumi Sarulla dan Muaralaboh Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Jepang

21 Juli 2026
Star Energy Salak Jadi Rujukan DPRD Lampung Barat soal Panas Bumi dan Kelestarian Hutan

Star Energy Salak Jadi Rujukan DPRD Lampung Barat soal Panas Bumi dan Kelestarian Hutan

20 Juli 2026
Mahasiswa UNM Jadi Oral Presenter di IIGW 2026, Paparkan Riset Panas Bumi untuk Ekonomi Lokal

Mahasiswa UNM Jadi Oral Presenter di IIGW 2026, Paparkan Riset Panas Bumi untuk Ekonomi Lokal

20 Juli 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In