Lebak, Beritageothermal.com – Potensi energi panas bumi di Kabupaten Lebak, Banten, mulai mendapat perhatian untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan. Salah satu kawasan yang memiliki prospek tersebut adalah Gunung Endut, dengan potensi panas bumi yang diperkirakan mencapai 38 Megawatt (MW).
Potensi itu tidak muncul tanpa dasar. Sejumlah indikator di permukaan hingga hasil pemetaan bawah permukaan telah menunjukkan adanya karakteristik sistem panas bumi di kawasan tersebut.
Salah satu tanda paling mudah ditemukan adalah keberadaan mata air panas. Suhu air panas yang ditemukan di kawasan Gunung Endut berada pada kisaran 56-90 derajat Celsius.
Kemunculan mata air dengan temperatur tersebut menjadi salah satu indikasi adanya aktivitas hidrotermal, yakni pergerakan fluida panas dari bagian bawah permukaan menuju wilayah yang lebih dangkal.
Bukan Potensi yang Baru Diketahui
Gunung Endut telah menjadi objek penelitian panas bumi selama bertahun-tahun. Kajian mengenai wilayah tersebut antara lain dilakukan oleh Rezky dan kawan-kawan pada 2006 serta Sugianto dan kawan-kawan pada 2008.
Pemerintah kemudian memperbarui informasi mengenai kawasan tersebut melalui survei Badan Geologi, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi (PSDMBP) pada 2021.
Survei terbaru itu dilakukan untuk memperkaya data yang sebelumnya telah tersedia. Tim melakukan pengumpulan informasi dari sisi geologi, geokimia dan geofisika.
Teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) juga digunakan untuk membantu memperoleh gambaran kondisi permukaan dan struktur geologi kawasan Gunung Endut.
Hasil kajian memperlihatkan bahwa wilayah Gunung Endut tersusun atas batuan vulkanik serta endapan permukaan yang terbentuk dalam rentang umur Tersier hingga Kuarter.
Struktur Bawah Tanah Jadi Kunci
Penelusuran struktur geologi menjadi bagian penting dalam membaca potensi panas bumi Gunung Endut.
Analisis terhadap citra DEMNAS, data LiDAR dan anomali densitas mengidentifikasi sejumlah struktur geologi di kawasan tersebut. Di antaranya circular feature, sesar geser, sesar normal dan lipatan.
Struktur-struktur tersebut memiliki pola arah relatif barat laut-tenggara, timur laut-barat daya serta barat-timur.
Dalam sistem panas bumi, keberadaan sesar memiliki arti penting karena dapat menjadi rekahan atau jalur pergerakan fluida panas dari bawah tanah menuju permukaan.
Karena itu, temuan struktur geologi tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian bukti yang digunakan untuk membaca karakter sistem panas bumi Gunung Endut.
Mata Air Panas hingga Alterasi Batuan
Selain struktur geologi, tim survei menemukan indikasi lain berupa alterasi batuan.
Alterasi merupakan perubahan pada mineral penyusun batuan akibat interaksi dengan fluida. Di Gunung Endut, zona alterasi yang ditemukan didominasi mineral lempung hasil ubahan.
Karakteristik tersebut menunjukkan adanya pengaruh fluida dengan kondisi pH asam hingga netral. Temperatur lingkungan alterasinya juga menunjukkan rentang yang cukup luas, mulai dari rendah hingga tinggi.
Jika digabungkan dengan keberadaan mata air panas dan struktur geologi, temuan tersebut memperkuat indikasi bahwa Gunung Endut memiliki sistem panas bumi yang layak dikaji lebih lanjut.
Masuk Daftar Lelang WKP ESDM
Potensi tersebut kini masuk dalam agenda pengembangan energi panas bumi pemerintah.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasukkan Gunung Endut dalam daftar lokasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang disiapkan untuk dilelang kepada investor.
Dengan estimasi potensi sekitar 38 MW, kawasan ini diproyeksikan dapat menjadi salah satu lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Namun, potensi 38 MW tidak dapat langsung disamakan dengan kapasitas listrik yang nantinya bisa dihasilkan pembangkit.
Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilakukan sebelum proyek dapat masuk ke fase pembangunan. Pengembang perlu melakukan kajian teknis lanjutan untuk memastikan besaran sumber daya dan cadangan, menentukan desain pengembangan, sekaligus memastikan aspek perizinan dan status kawasan.
Dengan kata lain, 38 MW merupakan angka potensi berdasarkan kajian yang tersedia, bukan kapasitas PLTP yang sudah siap beroperasi.
Peluang Energi Bersih dari Lebak
Jika tahapan eksplorasi dan pengembangan nantinya berhasil dilakukan, Gunung Endut berpeluang menambah sumber energi terbarukan dari wilayah Banten.
Pengembangan panas bumi juga memiliki karakter berbeda dengan pembangkit berbasis energi fosil karena memanfaatkan panas alami dari dalam bumi sebagai sumber energi.
Karena itu, keberhasilan pengembangan Gunung Endut tidak hanya bergantung pada besarnya potensi yang telah teridentifikasi, tetapi juga pada keberhasilan pembuktian sumber daya melalui eksplorasi, kepastian investasi, perizinan, kondisi kawasan serta kelayakan proyek secara keseluruhan.
Gunung Endut saat ini berada pada fase menuju pengembangan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menjadi modal awal, sedangkan pembuktian potensi secara lebih detail akan menentukan sejauh mana kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi proyek PLTP.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















