Jakarta, beritageothermal.com – PT Mitra Cakrawala International (MCI) terus memperkuat kiprahnya di berbagai sektor strategis dengan membangun portofolio bisnis yang mencakup pertambangan, otomotif, jasa keuangan, maritim hingga energi terbarukan.
Memulai perjalanan bisnis sejak 1996, MCI kini telah berkembang menjadi perusahaan dengan ekosistem usaha yang semakin beragam. Perusahaan juga menempatkan pertumbuhan berkelanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan bisnis, sekaligus berupaya memberikan manfaat bagi karyawan, mitra usaha dan masyarakat.
Berdasarkan data yang dipublikasikan di laman resmi perusahaan, MCI memiliki 2.316 karyawan dan mencatat total aset sebesar Rp12,8 triliun pada 2025.
Skala bisnis tersebut turut tercermin dari capaian operasional MCI. Dealer perusahaan telah menjual lebih dari 19.500 kendaraan sejak 2011, sementara bisnis maritim kini didukung 49 kapal tunda dan tongkang serta lima kapal induk.
Di sektor pertambangan, MCI mencatat pengiriman mencapai 85,7 juta metrik ton sejak 2015. Perusahaan juga membukukan 5,784 juta jam kerja tambang tanpa kecelakaan sepanjang 2019-2025.
Perkuat Rantai Bisnis Pertambangan
Sektor pertambangan menjadi salah satu fondasi utama bisnis MCI. Melalui MCI Mining, perusahaan menjalankan aktivitas yang mencakup pertambangan batu bara, jasa pertambangan, penghancuran, pengangkutan, pengelolaan pelabuhan, transshipment, pengiriman, perdagangan bahan bakar hingga perdagangan batu bara.
Kegiatan operasional pertambangan MCI berada di Kalimantan Selatan, antara lain di wilayah Piani, Salam Babaris dan Tapin Selatan.
Tak berhenti pada produksi, perusahaan juga mengembangkan layanan pertambangan terintegrasi. Layanannya meliputi penyewaan alat berat, pengangkutan batu bara, pemeliharaan jalan hingga kontrak pertambangan.
MCI menyebut aspek efisiensi, keselamatan dan keberlanjutan menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan operasionalnya.
Capaian 5,784 juta jam kerja tanpa kecelakaan yang dicatat selama 2019-2025 menjadi salah satu indikator perhatian perusahaan terhadap aspek keselamatan kerja.
Bisnis Maritim Terus Berkembang
Ekspansi MCI juga terlihat pada sektor maritim. Bisnis yang awalnya dimulai dari kepemilikan kapal tunda dan tongkang pertama sekitar 14 tahun lalu tersebut kini berkembang menjadi salah satu bagian dari ekosistem bisnis perusahaan.
Saat ini, MCI mencatat memiliki 49 kapal tunda dan tongkang serta lima kapal induk.
Pengembangan armada tersebut mendukung kebutuhan logistik dan pengiriman komoditas dalam rantai bisnis perusahaan.
Dengan keberadaan bisnis pertambangan dan maritim dalam satu ekosistem, MCI memiliki kemampuan untuk mengelola berbagai tahapan aktivitas, mulai dari produksi hingga distribusi komoditas.
Dealer Tumbuh Bersama Industri Otomotif
Pertumbuhan MCI juga ditopang bisnis dealership yang telah dijalankan sejak 1996.
Bisnis tersebut bermula sebagai dealer resmi HINO dan kemudian berkembang menjadi dealer untuk tiga merek resmi di sektor otomotif dan peralatan berat.
MCI juga mengembangkan pabrik karoseri truk di Tangerang, Banten.
Sejak 2011, lebih dari 19.500 unit kendaraan telah terjual melalui dealer MCI. Selain itu, jaringan dealer perusahaan telah melayani lebih dari 55.900 unit entry.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi MCI dalam mengembangkan bisnis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan transportasi dan peralatan pendukung industri.
Langkah Strategis Masuk Energi Panas Bumi
Di tengah kebutuhan transisi energi, MCI juga mulai memperkuat pijakannya di sektor energi terbarukan melalui CI Renewables.
Perusahaan tersebut dibentuk untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia sekaligus mendukung agenda menuju Net Zero 2060 dan upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Proyek Kepahiang menjadi salah satu titik awal pengembangan portofolio panas bumi MCI. Ke depan, perusahaan menargetkan portofolio energi panas bumi dengan kapasitas lebih dari 400 MW.
MCI Renewables juga membawa pendekatan pengembangan dengan konsep “Termurah dan Tercepat”. Strategi ini diarahkan untuk mempercepat pencapaian Commercial Operation Date (COD) serta membuka sumber pendapatan off-grid.
Dengan langkah tersebut, MCI tidak hanya mempertahankan bisnis energi yang sudah menjadi bagian dari sejarah perusahaan, tetapi juga mulai memperluas portofolionya ke energi yang lebih rendah karbon.
Jasa Keuangan Dukung Ekosistem Usaha
Bisnis MCI semakin lengkap dengan kehadiran lini jasa keuangan. Melalui bisnis ini, perusahaan menyediakan solusi pembiayaan untuk berbagai sektor, termasuk alat berat, otomotif, pertambangan dan perusahaan manufaktur.
Produk yang ditawarkan mencakup sewa pembiayaan, penjualan dan sewa kembali, factoring, pembiayaan pelanggan serta sewa operasional.
Bisnis jasa keuangan tersebut mencatat aset sekitar Rp2,37 triliun berdasarkan informasi perusahaan.
Kehadiran lini pembiayaan menjadi bagian dari upaya MCI membangun ekosistem yang saling mendukung antara bisnis otomotif, alat berat, pertambangan dan sektor industri lainnya.
Investasi Sosial di Pendidikan dan Kesehatan
Pertumbuhan bisnis MCI juga berjalan beriringan dengan program sosial perusahaan.
Di bidang pendidikan, MCI mendukung keberadaan Sekolah Mitra Kasih di Kalimantan Selatan serta berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di bidang kesehatan, MCI turut mendukung pembangunan Rumah Sakit Ciputra Mitra di Kalimantan Selatan, termasuk pengembangan infrastruktur kesehatan dan penyediaan perlengkapan medis.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya diarahkan pada aktivitas ekonomi, tetapi juga pada kebutuhan dasar masyarakat.
Fokus pada Pertumbuhan Jangka Panjang
MCI membawa enam nilai utama dalam menjalankan bisnis, yakni Integritas, Meritokrasi, Inovatif, Terpercaya, Respek dan Agilitas.
Nilai tersebut menjadi landasan perusahaan dalam membangun budaya kerja sekaligus menghadapi perubahan lingkungan bisnis.
Dengan pengalaman hampir tiga dekade, MCI kini berada pada fase pengembangan bisnis yang semakin luas. Portofolio pertambangan dan maritim menjadi fondasi, sementara otomotif dan jasa keuangan memperkuat diversifikasi usaha.
Pada saat yang sama, ekspansi ke energi panas bumi membuka peluang baru bagi perusahaan untuk mengambil bagian dalam perkembangan energi terbarukan di Indonesia.
Kombinasi antara pertumbuhan bisnis, perhatian terhadap keselamatan kerja, pengembangan energi terbarukan serta investasi sosial menjadi modal MCI untuk terus membangun bisnis yang berorientasi jangka panjang.
Dengan aset Rp12,8 triliun pada 2025 dan ribuan karyawan yang menopang operasional perusahaan, MCI menatap fase pertumbuhan berikutnya dengan portofolio yang semakin beragam dan peluang yang semakin luas.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















