Jakarta, Beritageothermal.com – Persaingan sengit mewarnai partai puncak Geothermal World Cup 2026. PT Benvors Sarana Utama berhasil keluar sebagai kampiun setelah menundukkan BRI dengan skor 1-0 dalam laga final yang berlangsung di Brillian Stadium, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026).
Namun, kemenangan tersebut bukan menjadi satu-satunya sorotan. Turnamen yang digelar Geothermal Soccer Indonesia (GSI) itu juga menjadi wadah untuk mempertemukan para pelaku industri panas bumi dari berbagai perusahaan dalam suasana yang lebih cair, sekaligus memperkuat sinergi di tengah upaya pengembangan energi bersih di Indonesia.
Ketua Geothermal Soccer Indonesia, Carson Hakama, mengatakan Geothermal World Cup dibangun dengan semangat kolaborasi, bukan hanya kompetisi olahraga.
“Geothermal World Cup 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola. Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku industri panas bumi agar dapat saling mengenal, membangun jejaring, dan memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan energi panas bumi di Indonesia,” ujar Carson.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Energy, Unity, Movement, Sustainable Future, yang merepresentasikan pentingnya kebersamaan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan pemanfaatan energi panas bumi sebagai bagian dari transisi energi nasional.
Carson menilai olahraga mampu menjadi media yang efektif untuk membangun hubungan antarpelaku industri di luar forum formal.
“Melalui olahraga, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi dapat dibangun tidak hanya di ruang rapat, tetapi juga di lapangan. Harapannya, Geothermal World Cup dapat terus menjadi simbol kebersamaan dan sinergi industri panas bumi Indonesia,” lanjutnya.
Kompetisi Diikuti 16 Tim
Geothermal World Cup 2026 merupakan babak penutup dari rangkaian Geothermal League 2026. Sebanyak 16 tim terbaik yang lolos dari fase kualifikasi kategori Developers serta EPC & Contractors saling bersaing menggunakan format gugur hingga menghasilkan juara.
Tidak hanya menyajikan pertandingan utama, panitia juga menghadirkan berbagai agenda pendukung, mulai dari pertandingan ekshibisi bersama mantan pemain Tim Nasional Indonesia, laga persahabatan yang melibatkan unsur kementerian, asosiasi, perusahaan pengembang, EPC, hingga organisasi terkait. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan malam penghargaan dan penutupan turnamen.
Di laga final, PT Benvors Sarana Utama sukses mempertahankan keunggulannya hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan trofi Geothermal World Cup 2026 menjadi miliknya. BRI harus puas sebagai runner-up, sedangkan posisi ketiga diraih PT Supreme Energy.
Okta Nur Jadi Pemain Terbaik
Selain penghargaan untuk tim terbaik, panitia juga menetapkan pemain PT Benvors Sarana Utama, Okta Nur, sebagai Best Player berkat performa impresif sepanjang kompetisi.
“Atmosfernya luar biasa, pemain dari tim-tim lain juga bagus. Jadi menurut saya ini pengalaman yang luar biasa, apalagi bisa mendapat penghargaan pemain terbaik dan membawa tim juara,” kata Okta.
Ia mengaku turnamen tersebut memberikan pengalaman berbeda karena selain menghadirkan persaingan di lapangan, juga membuka kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan insan industri panas bumi dari berbagai perusahaan.
Perkuat Kolaborasi Industri Energi
Geothermal World Cup 2026 turut didukung sejumlah perusahaan dan institusi di sektor energi, di antaranya Ormat, BRI, PT PLN (Persero), RS Mitra Keluarga, serta berbagai perusahaan nasional dan internasional yang bergerak di bidang panas bumi.
Melalui penyelenggaraan turnamen ini, GSI berharap hubungan antarpelaku industri tidak hanya terjalin dalam aktivitas bisnis, tetapi juga melalui kegiatan olahraga yang mendorong terciptanya kolaborasi, pertukaran gagasan, serta semangat kebersamaan dalam mendukung pengembangan energi panas bumi yang berkelanjutan di Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















