Garut, Beritageothermal – Kabupaten Garut kembali dilirik sebagai salah satu daerah dengan cadangan panas bumi terbesar di Jawa Barat. Pemerintah daerah kini mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi di sejumlah titik strategis demi memperkuat pasokan listrik nasional sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan saat ini terdapat tiga kawasan potensial yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan (EBT), yakni Kamojang, Karaha, dan Cisurupan.
“Ketiga potensi yang ada sekarang seperti Cisurupan, Kamojang, Karaha, itu juga potensial,” kata Syakur, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, sektor panas bumi menjadi salah satu kekuatan sumber daya alam yang dimiliki Garut. Potensi tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan energi nasional melalui pembangunan sumur baru dan penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
Untuk kawasan Kamojang, pemerintah daerah mencatat peluang pengembangan mencapai 55 megawatt. Sedangkan wilayah Karaha yang saat ini telah beroperasi masih memiliki tambahan kapasitas sekitar 20 megawatt.
“Potensi panas bumi yang ada di Garut ini merupakan salah satu sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk membuat sumur baru,” ujarnya.
Sementara itu, kawasan Papandayan di Kecamatan Cisurupan mulai dipersiapkan sebagai proyek pengembangan jangka panjang. Saat ini pemerintah pusat masih melakukan studi awal guna memetakan potensi cadangan energi panas bumi di wilayah tersebut.
“Pusat sudah menugaskan untuk melakukan studi pendahuluan mengenai potensi panas bumi di daerah Cisurupan, nah, tapi itu namanya studi pendahuluan, biasanya masih membutuhkan waktu yang relatif panjang,” katanya.
Menurut Syakur, Pemkab Garut terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dewan Energi Nasional (DEN) agar pengembangan proyek EBT di Garut bisa dipercepat.
Langkah itu dinilai penting karena kebutuhan energi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Di sisi lain, panas bumi dianggap sebagai sumber energi yang relatif stabil dan ramah lingkungan.
“Masalah energi yang dibutuhkan, dan itu kan salah satu energi yang murah,” katanya.
Dalam waktu dekat, Pemkab Garut memprioritaskan percepatan proyek pengembangan di kawasan Kamojang. Pemerintah daerah berharap proyek tersebut segera berjalan karena dinilai mampu membantu pemerintah pusat mengantisipasi ancaman krisis energi.
“Saya minta tolong cepat, dicepetin yang pembangunan itu di Kamojang, karena buat kami ini bisa mendukung pemerintah untuk mengurangi krisis energi, yang kedua juga untuk mendorong pertumbuhan PAD Garut,” katanya.
Selain mendukung ketahanan energi nasional, proyek panas bumi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap keuangan daerah melalui peningkatan dana bagi hasil (DBH).
“Kami berharap pemanfaatan panas bumi di Garut bisa berdampak pada peningkatan dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Garut,” ujarnya.
Tak hanya menjadi penerima manfaat, Pemkab Garut juga mulai membuka peluang untuk ikut masuk dalam skema investasi pengelolaan panas bumi di daerahnya sendiri.
“Kita mencoba, peluangnya bagaimana, kita ikut di situ, cuma mungkin tidak bisa keseluruhan, karena itu investasi yang besar ya,” katanya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















