Bandung, Berita Geothermal – Rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Ketua Dewan Penasihat Sri Suparni Bahlil melakukan kunjungan ke lapangan panas bumi Kamojang di Kabupaten Bandung, Rabu (29/4/2026). Kedatangan mereka diterima langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo, serta jajaran manajemen PGE Area Kamojang.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan anggota DWP terkait pengelolaan energi terbarukan, khususnya geothermal, yang kian krusial bagi ketahanan energi nasional.
Dalam sambutannya, Sri menegaskan kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana pembelajaran langsung bagi anggota DWP untuk memahami proses pengelolaan panas bumi dari hulu ke hilir.
“Sepulang dari sini kita tidak hanya membawa foto-foto saja, tetapi juga membawa pemahaman baru bahwa kita semua bisa mengambil peran sekecil apa pun dalam mendukung energi bersih di Indonesia,” ujar Sri.
Ia menilai, perempuan terutama yang tergabung dalam DWP punya posisi strategis dalam menyebarkan edukasi energi bersih ke lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
“Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian ESDM, kita wajib mengetahui dan memahami bagaimana panas bumi dikelola serta manfaatnya, agar kita bisa menyampaikan informasi yang benar dan positif kepada masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, memaparkan besarnya potensi geothermal Indonesia yang mencapai sekitar 40 persen dari total cadangan dunia. Menurutnya, potensi ini menjadi modal kuat untuk mencapai kemandirian energi.
Saat ini, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi nasional berada di kisaran 2.745 MW, menempatkan Indonesia sebagai produsen listrik panas bumi terbesar kedua secara global setelah Amerika Serikat.
“Panas bumi adalah energi terbarukan yang berkelanjutan karena sistemnya tertutup. Air dan uap yang digunakan untuk memutar turbin dikembalikan lagi ke dalam bumi sehingga sumber panasnya tetap terjaga,” jelas Gigih.
Tak hanya menghasilkan listrik, panas bumi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program pemanfaatan langsung.
“Panas bumi tidak hanya menjadi listrik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Inilah bentuk nyata bahwa pengembangan panas bumi harus memberi manfaat langsung bagi daerah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PGE Ahmad Yani menekankan bahwa Kamojang merupakan salah satu tonggak sejarah pengembangan geothermal di Indonesia yang masih produktif hingga kini.
“Kamojang adalah awal mula cerita geothermal di Indonesia. Kami memiliki sumur yang usianya sudah hampir 100 tahun dan masih produktif hingga saat ini. Ini menunjukkan bahwa geothermal adalah energi yang sustainable,” tandasnya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















