Yogyakarta, Berita Geothermal – Pengembangan energi panas bumi di Indonesia tidak lepas dari peran perguruan tinggi. Salah satu institusi yang konsisten bergerak di bidang ini adalah Pusat Studi Geothermal Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah berdiri sejak 16 Februari 1995.
Pusat studi tersebut diresmikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia sebagai tindak lanjut dari riset kolaboratif antara Fakultas Teknik UGM dan PERTAMINA pada periode 1993–1998. Penelitian itu berfokus pada kajian perpindahan panas dan massa dalam sistem panas bumi.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah departemen di lingkungan Fakultas Teknik, antara lain Teknik Geologi, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Fisika. Seiring berkembangnya kebutuhan riset geothermal yang semakin kompleks, pusat studi ini juga menggandeng peneliti lintas fakultas, termasuk dari Program Studi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Pusat Studi Geothermal Fakultas Teknik didirikan pada tanggal 16 Februari 1995 oleh Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (03/03/2026).
Dalam keterangan yang sama disebutkan bahwa pendirian pusat studi tersebut berangkat dari inisiasi penelitian bersama UGM dan PERTAMINA yang dilaksanakan pada 1993–1998, serta melibatkan berbagai disiplin ilmu teknik.
Perluas Kolaborasi Nasional dan Internasional
Keberadaan Pusat Studi Geothermal yang juga dikenal sebagai Geothermal Research Center (GRC) membuka peluang kerja sama skala nasional maupun internasional. Selain memperkuat jejaring riset, kolaborasi ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas (capacity building) bagi peneliti muda UGM.
Melalui berbagai program penelitian dan pengembangan pendidikan, para akademisi berkesempatan terlibat dalam kegiatan ilmiah bersama universitas ternama di luar negeri.
GRC berkomitmen untuk mengembangkan penelitian, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat berkualitas unggul, tulis laman resmi tersebut.
Strategis di Tengah Transisi Energi
Keberadaan pusat studi ini menjadi semakin relevan di tengah dorongan transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.
Dengan pendekatan multidisiplin dan kolaborasi lintas sektor, Pusat Studi Geothermal UGM diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi, riset, serta sumber daya manusia di sektor panas bumi nasional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















