Berita Geothermal – Perusahaan Jepang Japan Energy and Metals National Corporation (JOGMEC) menggandeng PT Geo Dipa Energi (GDE), BUMN panas bumi untuk mengembangkan teknologi identifikasi fluida asam pada sistem panas bumi.
Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian demonstrasi lapangan yang akan dilakukan di lapangan panas bumi Patuha, Jawa Barat.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada 2023, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya panas bumi di Indonesia.
Proyek ini bertumpu pada studi yang dilakukan JOGMEC terkait pengembangan metode survei geologi dan geokimia guna memetakan distribusi fluida asam dalam sistem panas bumi.
Tujuan utama studi ini adalah menciptakan metode yang dapat mengidentifikasi area fluida panas bumi asam secara akurat, sehingga memungkinkan ekstraksi fluida netral secara selektif. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas operasional pembangkit listrik tenaga panas bumi dalam jangka panjang, serta berpotensi diterapkan di proyek-proyek serupa di Jepang.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup survei geologi dan geokimia, analisis laboratorium terhadap sampel batuan dan fluida, serta pembaruan metode prediksi potensi fluida asam.
Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan rampung pada tahun fiskal 2025, meski kemungkinan perpanjangan survei di masa depan tetap terbuka.
Proyek ini menjadi tonggak penting karena merupakan proyek perdana JOGMEC dalam program Overseas Geothermal Resource Survey, yang dimulai sejak 2021. Program ini fokus pada eksplorasi sumber daya panas bumi di negara-negara yang memiliki karakteristik geologis serupa Jepang. Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari dua inisiatif besar Jepang di kawasan Asia: Komunitas Nol Emisi Asia (AZEC) dan Inisiatif Transisi Energi Asia (AETI).
Sebagai catatan, dalam Rencana Energi Strategis Ketujuh yang diterbitkan Pemerintah Jepang pada Februari 2025, Jepang menetapkan target energi terbarukan sebesar 40–50% dari bauran listrik nasional, termasuk peningkatan porsi energi panas bumi menjadi 1–2%, naik signifikan dari kontribusi sebelumnya yang hanya 0,3%.
Hingga akhir 2024, kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi Jepang tercatat sedikit di atas 600 MW.***
Sumber: ThinkGeoEnergy
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















