Jakarta,Berita Geothermal –Perjalanan SLB (Schlumberger Limited) sebagai perusahaan teknologi energi global berakar dari inovasi ilmiah yang dimulai hampir satu abad lalu. Dikutip dari laman resmi perusahaan, Senin (02/03), SLB resmi didirikan pada 1926 di Paris, Perancis, oleh dua bersaudara, Conrad Schlumberger dan Marcel Schlumberger.
Cikal bakal perusahaan bermula dari eksperimen metode pengukuran listrik untuk memetakan struktur batuan bawah tanah. Pada 1927, Schlumberger melakukan pencatatan sumur listrik (electric well logging) komersial pertama di dunia di Alsace, Perancis. Teknologi tersebut menjadi tonggak penting dalam industri eksplorasi energi modern.
Pada dekade 1930-an hingga 1950-an, perusahaan memperluas operasinya ke berbagai negara dan mengembangkan teknologi logging kabel (wireline logging). Ekspansi global semakin menguat setelah perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek New York pada 1962. Seiring waktu, Schlumberger tumbuh menjadi salah satu perusahaan jasa dan teknologi energi terbesar di dunia.
Memasuki abad ke-21, transformasi korporasi terus berlangsung. Pada 2022, Schlumberger resmi mengubah identitas merek menjadi SLB sebagai bagian dari strategi repositioning menjadi perusahaan teknologi energi yang lebih luas, tidak hanya berfokus pada minyak dan gas, tetapi juga energi rendah karbon.
Masuk ke Energi Panas Bumi
Dalam publikasi resmi perusahaan, geothermal atau panas bumi disebut sebagai salah satu pilar penting strategi transisi energi. SLB menyatakan memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di sektor panas bumi dan terlibat dalam sekitar 80 persen proyek geothermal yang telah beroperasi secara global.
Panas bumi dinilai memiliki keunggulan sebagai sumber energi baseload karena mampu beroperasi stabil selama 24 jam tanpa bergantung pada cuaca. SLB menyediakan layanan mulai dari karakterisasi bawah permukaan, pengeboran eksplorasi dan produksi, hingga optimalisasi reservoir.
Selain pembangkit listrik, perusahaan juga mengembangkan solusi pemanas dan pendingin berbasis geothermal yang diklaim mampu menurunkan biaya operasional hingga 40 persen serta mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 90 persen dibandingkan sistem konvensional.
Didukung Infrastruktur Teknologi Global
Berdasarkan laman “Our Technology”, SLB mengoperasikan lebih dari 70 pusat teknologi di seluruh dunia. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan memperkenalkan lebih dari 250 teknologi baru serta memiliki puluhan ribu paten aktif yang mendukung inovasi di sektor energi.
Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama, termasuk pemodelan reservoir berbasis data, otomatisasi pengeboran, serta integrasi analitik untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi proyek energi, termasuk panas bumi.
Komitmen Keberlanjutan
Dalam laporan keberlanjutannya, SLB menargetkan pencapaian net zero pada 2050 untuk seluruh emisi Scope 1, 2, dan 3. Strategi ini mencakup pengurangan emisi operasional, efisiensi energi, serta pengembangan solusi rendah karbon bagi klien global.
Dengan sejarah yang dimulai pada 1926 dan transformasi berkelanjutan hingga kini, SLB memposisikan diri sebagai perusahaan teknologi energi global yang memperluas peran dari eksplorasi konvensional menuju pengembangan energi terbarukan, termasuk panas bumi, sebagai bagian dari masa depan sistem energi dunia.
Sumber Website: https://www.slb.com/
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















