Jakarta, Berita Geothermal – PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional melalui pengembangan proyek panas bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Liki Pinangawan Muara Laboh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan resmi perusahaan.
SEML merupakan perusahaan patungan antara Supreme Energy, INPEX Corporation, dan Sumitomo Corporation. Proyek panas bumi ini pertama kali digarap melalui survei pendahuluan pada 2008 dan berkembang pesat setelah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero) pada 2012.
Unit 1 Beroperasi Sejak 2019, Pasok 86 MW Listrik Bersih
Setelah melalui tahapan eksplorasi, pengujian sumur, serta studi kelayakan, SEML berhasil mencapai financial close pada 2017 dan memulai fase konstruksi PLTP Muara Laboh. Unit 1 resmi beroperasi komersial pada 16 Desember 2019 dan kini memasok listrik bersih sebesar 86 MW (netto) ke jaringan tol listrik Sumatra melalui SUTT 150 kV.
Operasi Unit 1 tidak hanya memperkuat keandalan pasokan listrik, tetapi juga membawa manfaat sosial di Solok Selatan, mulai dari penciptaan lapangan kerja, dukungan bagi pelaku usaha lokal, program pengembangan masyarakat, hingga upaya menjaga lingkungan sekitar WKP.
Unit 2 Capai Financial Close, COD Ditargetkan 2027
Keberhasilan Unit 1 mendorong SEML untuk melanjutkan pengembangan Unit 2 Muara Laboh. Sepanjang 2024, proyek ini mencatat sejumlah capaian penting, termasuk penandatanganan amandemen PJBL, persetujuan tarif, dan finalisasi kontrak EPC.
Memasuki 2025, SEML mengumumkan bahwa proyek Unit 2 telah mencapai financial close dan saat ini bergerak menuju target Commercial Operation Date (COD) pada 2027, dengan estimasi kapasitas 80 MW.
Unit 2 diproyeksikan mampu menurunkan emisi COâ‚‚ hingga 938.000 ton per tahun, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah melalui pembayaran royalti dan bonus produksi. Pembangunan fase ini juga diperkirakan membuka lebih dari 1.000 lapangan kerja lokal selama konstruksi.
Rencana Unit 3, Target COD 2034
Melengkapi roadmap jangka panjangnya, SEML juga mulai menyiapkan pengembangan Unit 3 dengan kapasitas 60 MW, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2034. Jika seluruh unit beroperasi, WKP Muara Laboh akan menjadi salah satu pusat energi panas bumi terbesar di Sumatera Barat.
Komitmen terhadap Energi Berkelanjutan
Melalui ekspansi berkelanjutan ini, PT Supreme Energy Muara Laboh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan energi panas bumi yang ramah lingkungan dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi pembangunan nasional. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat bauran energi bersih Indonesia, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di Solok Selatan dan wilayah sekitarnya.
Sumber Website: supreme-energy.com
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















