Jakarta, Berita Geothermal – Industri energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi kunci strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Pemerintah menegaskan komitmennya mendorong transformasi bauran energi melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, dengan target kapasitas pembangkit EBT mencapai 76 persen.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, menilai tingginya minat investor global menunjukkan kepercayaan kuat terhadap prospek EBT di Indonesia.
Salah satu sektor yang memiliki potensi besar adalah panas bumi (geothermal), dengan kapasitas sekitar 24 gigawatt (GW), menjadikan Indonesia sebagai pemilik potensi panas bumi terbesar kedua di dunia.
“Salah satu sumber energi baru dan terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia adalah panas bumi. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan pemerintah untuk menyelesaikan tantangan yang ada. Berbagai kajian sudah dilakukan guna mendukung pengembangan panas bumi secara berkelanjutan,” kata Telisa, dikutip Jumat (13/2/2026).
Menurut Telisa, industri panas bumi masih menghadapi tantangan teknis, regulasi, dan pembiayaan.
“Tantangan-tantangan ini perlu diselesaikan secara bertahap agar pengembangan panas bumi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Indonesia sudah memiliki kajian dan pemetaan potensi panas bumi yang cukup banyak,” tambahnya.
Di bidang pembiayaan, pembentukan Danantara dinilai berpotensi menjadi katalis penting untuk mempercepat pemanfaatan panas bumi dan mendukung perekonomian nasional.
Telisa berharap PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) sebagai pemain terbesar di sektor ini dapat merumuskan serta mengimplementasikan solusi atas berbagai tantangan yang ada.
PGE baru saja mengumumkan pergantian kepemimpinan, dengan Ahmad Yani resmi menjabat sebagai Direktur Utama menggantikan Julfi Hadi. Telisa menilai pergantian ini penting untuk menyesuaikan ekosistem yang dibangun dengan ekspektasi Danantara.
“Pergantian kepemimpinan Pertamina Geothermal Energy saya pikir dilakukan agar ekosistem yang sedang dibangun sesuai dengan ekspektasi dari Danantara. Semoga di bawah kepemimpinan baru, berbagai kendala dapat diselesaikan dengan memastikan semua aspek terpenuhi,” pungkas Telisa.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















