Jakarta, Berita Geothermal – PT GeoDipa Energi terus memperkuat komitmennya pada pengembangan energi terbarukan melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang tersebar di sejumlah lokasi strategis di Indonesia, termasuk Gunung Patuha di Jawa Barat dan dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah. Proyek-proyek ini menunjukkan langkah nyata GeoDipa dalam mendukung transisi energi nasional dan penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan.
Di Area Patuha, yang berjarak sekitar 40 kilometer selatan Kota Bandung, GeoDipa mengelola potensi energi panas bumi dengan total sumber daya sebesar 400 megawatt electrical (MWe). Saat ini, kapasitas terpasang mencapai 55 MWe pada Pembangkit 1 (P1), sementara rencana pengembangan berikutnya mencakup pipeline 5×55 MWe (P2-P6) dan 2×35 MWe (P7-P8). Infrastruktur ini dirancang untuk memaksimalkan potensi panas bumi di kawasan tersebut sekaligus mendukung kebutuhan energi Jawa Barat.
Di sisi lain, Area Dieng yang berada di Provinsi Jawa Tengah juga menjadi fokus pengembangan PLTP GeoDipa. Potensi geothermal di wilayah ini juga mencapai 400 MWe, dengan kapasitas terpasang 55 MWe pada unit D1 dan tambahan 10 MWe dari unit skala kecil (Dieng Small Scale). Pipeline pengembangan lebih lanjut mencakup 5×55 MWe (D2-D6) dan 2×35 MWe (D7-D8), memperluas kontribusi energi panas bumi untuk kebutuhan lokal maupun nasional.
Pengembangan kedua proyek ini menjadi bagian dari strategi GeoDipa untuk menyediakan energi listrik yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mendukung ketahanan energi nasional. Dengan rencana pipeline yang cukup besar, proyek Patuha dan Dieng diharapkan dapat meningkatkan kapasitas PLTP secara signifikan, sekaligus menjadi model pengelolaan panas bumi yang efisien dan ramah lingkungan di Indonesia.
Investasi berkelanjutan di sektor geothermal ini juga menunjukkan potensi Indonesia sebagai negara dengan cadangan energi panas bumi terbesar di dunia, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target energi baru terbarukan yang lebih tinggi.
Sumber Website: geodipa.co.id
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















