Jakarta, Beritageothermal.com – Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) atau Indonesian Geothermal Association (INAGA) periode 2026–2029.
Ahmad Yani terpilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII API/INAGA yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran API/INAGA dalam mendorong pengembangan industri panas bumi nasional.
Dalam kepemimpinannya, Ahmad Yani menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem panas bumi yang semakin kuat dan kompetitif.
“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, yakni 24 gigawatt (GW). API akan terus menjadi partner terpercaya pemerintah dalam mendorong pengembangannya, termasuk dengan mengawal roadmap kedaulatan energi pemerintah,” ujar Ahmad Yani.
Menurutnya, API/INAGA telah memetakan sekitar 3 GW potensi panas bumi yang dapat dikembangkan. Namun, realisasi proyek masih menghadapi tantangan dari sisi keekonomian dan pembiayaan.
Karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, termasuk perbaikan skema tarif, pemberian insentif, serta dukungan yang dapat meningkatkan daya tarik investasi di sektor panas bumi.
“Perlu perbaikan skema tarif, usulan insentif, serta keberpihakan yang diperlukan agar industri panas bumi dapat tumbuh. Di saat yang sama, kita perlu memastikan kesiapan SDM, teknologi, dan aspek sosial dalam setiap pengembangan proyek,” katanya.

Target Tambahan Kapasitas 5,2 GW
Peluang pengembangan panas bumi juga mendapat dukungan melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Dalam rencana tersebut, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi ditargetkan bertambah sebesar 5,2 GW hingga 2034.
Target tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi industri panas bumi untuk meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Terpilihnya Ahmad Yani sebagai Ketua Umum API/INAGA juga bertepatan dengan momentum satu abad perjalanan panas bumi Indonesia. Tepat 100 tahun lalu, pengeboran sumur panas bumi pertama dilakukan di Kamojang, Jawa Barat, yang menjadi tonggak awal pengembangan panas bumi di Indonesia.
Meski telah melalui perjalanan panjang, pemanfaatan panas bumi saat ini masih sekitar 11 persen dari total potensi nasional. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pengembangan panas bumi di Indonesia.
Ahmad Yani menilai momentum satu abad tersebut dapat menjadi pijakan untuk memasuki tahap baru pengembangan panas bumi melalui penguatan keekonomian proyek, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan anggota API/INAGA. Ahmad Yani berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah dibangun sebelumnya sekaligus memperkuat kontribusi industri panas bumi dalam mendukung agenda energi nasional.
Rekam Jejak Lebih dari 20 Tahun di Industri Panas Bumi
Ahmad Yani memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri panas bumi. Pengalamannya mencakup berbagai tahapan dalam rantai industri, mulai dari sisi hulu hingga hilir, dengan kompetensi antara lain reservoir engineering, eksplorasi dan eksploitasi, operasi produksi, serta pengeboran.
Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama PGE pada Januari 2026, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023. Sebelumnya, ia juga menduduki sejumlah posisi strategis di PGE, antara lain General Manager Area Lahendong, Manager Drilling Planning & Support, Manager Operation PGE Area Lahendong, serta Manager Reservoir & Engineering.
Dalam periode sebagai Direktur Operasi, Ahmad Yani turut mendorong sejumlah inisiatif teknologi dan inovasi di sektor panas bumi, termasuk pilot project green hydrogen di Ulubelu serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.
Dari sisi pendidikan, Ahmad Yani merupakan lulusan Sarjana Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau pada 2003. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Fisika dengan fokus Geothermal Exploration di Universitas Indonesia pada 2023.
API/INAGA merupakan organisasi yang berperan dalam mendukung pengembangan energi panas bumi Indonesia melalui kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Organisasi tersebut juga mendorong kemajuan teknologi dan pengetahuan serta pengembangan pemanfaatan panas bumi secara berkelanjutan.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















