Garut, Beritageothermal.com – Pemerintah Kabupaten Garut mulai serius menggarap potensi panas bumi yang tersebar di sejumlah wilayah. Selain dinilai mampu memasok energi listrik ramah lingkungan, proyek geothermal itu juga diproyeksikan menjadi sumber tambahan pendapatan daerah melalui dana bagi hasil (DBH).
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan ada tiga kawasan yang saat ini masuk dalam perhatian pemerintah untuk pengembangan energi panas bumi, yakni Kamojang, Karaha, dan Cisurupan.
“Potensi yang sekarang seperti Cisurupan, Kamojang, Karaha, itu juga potensial,” ujar Syakur di Garut, Jumat.
Menurutnya, Garut memiliki cadangan energi panas bumi yang cukup besar dan layak dikembangkan lebih lanjut. Untuk proyek jangka pendek, kawasan Kamojang disebut berpeluang menambah kapasitas listrik hingga 55 megawatt. Sementara wilayah Karaha diperkirakan mampu menyumbang sekitar 20 megawatt.
Di sisi lain, kawasan Papandayan di Kecamatan Cisurupan tengah disiapkan untuk pengembangan jangka panjang. Namun proyek tersebut masih berada dalam tahap kajian awal sehingga prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama.
“Sudah menugaskan untuk melakukan studi pendahuluan mengenai potensi panas bumi di daerah Cisurupan, nah, tapi itu namanya studi pendahuluan, biasanya masih membutuhkan waktu yang relatif panjang,” katanya.
Pemkab Garut, lanjut Syakur, juga terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Beberapa waktu lalu, pihaknya bertemu dengan Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta untuk memperkuat sinergi terkait pengembangan geothermal di Garut.
Ia menilai pemanfaatan panas bumi menjadi salah satu solusi penting untuk menghadapi kebutuhan energi nasional di masa depan karena dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Masalah energi yang dibutuhkan, dan itu kan salah satu energi yang murah,” ujarnya.
Saat ini, fokus utama pemerintah daerah diarahkan pada percepatan pembangunan panas bumi di Kamojang. Syakur berharap proyek tersebut tidak hanya membantu mengurangi ancaman krisis energi, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Saya minta tolong cepat yang pembangunan itu di Kamojang, karena buat kami ini bisa mendukung pemerintah untuk mengurangi krisis energi, yang kedua juga untuk mendorong pertumbuhan PAD Garut,” katanya.
Selain mengejar peningkatan DBH, Pemkab Garut juga membuka peluang untuk ikut terlibat dalam investasi pengelolaan panas bumi. Meski demikian, Syakur mengakui proyek geothermal membutuhkan modal besar sehingga keterlibatan daerah masih akan dikaji lebih lanjut.
“Kita mencoba, peluangnya bagaimana, kita ikut di situ, cuma mungkin tidak bisa keseluruhan, karena itu investasi yang besar ya,” katanya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















