Jakarta, Berita Geothermal – Langkah digitalisasi di sektor energi panas bumi kembali membuahkan hasil. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (PGEO) meraih pengakuan internasional usai memenangkan Founder’s Honors dalam ajang Going Digital Awards 2025 yang digelar oleh Bentley Systems.
Penghargaan tersebut diberikan atas proyek Subsurface Analysis and Modeling Lumut Balai Unit 3, yang dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pemodelan bawah permukaan (subsurface) berbasis teknologi digital yang terintegrasi dan berbasis data.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Edwil Suzandi, menyebut capaian ini menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam memadukan teknologi digital dengan proses eksplorasi panas bumi yang kian kompleks.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya kami dalam mengembangkan pemodelan subsurface yang semakin akurat, terukur, dan terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital dalam eksplorasi tidak hanya meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, tetapi juga membantu mengurangi risiko eksplorasi serta mempercepat pengembangan proyek panas bumi secara berkelanjutan,” kata dia dikutip Kamis (30/4/2026).
“Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata peran PGE sebagai world leading geothermal producer. Ke depan, pencapaian ini akan menjadi semangat kami dalam mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi, sekaligus menegaskan kapabilitas eksplorasi panas bumi Indonesia di kancah internasional,” ujar Edwil.
Partisipasi PGE bermula dari kompetisi pemodelan yang berlangsung pada Juli 2025. Dalam ajang tersebut, tim eksplorasi subsurface PGE mengembangkan model bawah permukaan menggunakan perangkat lunak dari Bentley Systems, dengan mengusung proyek Lumut Balai Unit 3.
Hasil pemodelan tersebut kemudian membawa PGE meraih Founder’s Honors yang diumumkan dalam forum Year in Infrastructure 2025 di Amsterdam pada Oktober 2025.
Melalui pendekatan geosains digital yang terintegrasi, PGE dinilai berhasil meningkatkan kualitas analisis reservoir sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan. Tak hanya itu, metode ini juga mampu mempercepat studi kelayakan, menekan risiko pengeboran subsurface secara signifikan, serta meningkatkan efisiensi biaya.
Ajang Going Digital Awards sendiri merupakan kompetisi global tahunan yang diikuti ratusan proyek infrastruktur dari berbagai negara. Pada 2025, tercatat hampir 250 nominasi dari 47 negara bersaing, dengan penilaian dilakukan oleh panel juri independen.
Dari ratusan peserta tersebut, hanya segelintir proyek yang berhak meraih Founder’s Honors penghargaan yang dipilih langsung oleh para pendiri Bentley Systems untuk karya paling inovatif dan berdampak secara global. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi PGE sebagai pemain utama energi panas bumi yang aktif mendorong transformasi digital di seluruh rantai bisnisnya, termasuk pada tahap eksplorasi.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















