• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Maret 4, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Liputan Khusus

Kamojang 3: Sejarah, Uap, dan Generasi yang Menjaga

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
19 Desember 2025
in Liputan Khusus
A A
0
Kamojang 3: Sejarah, Uap, dan Generasi yang Menjaga

Kawah Kereta Api Kamojang 3 (foto: Berita Geothermal/Irfan)

Share Share ShareShareShare

Bandung, Berita Geothermal – Kabut pagi menggantung rendah di perbukitan Kamojang. Jalan berliku yang dilalui Tim Redaksi Berita Geothermal masih basah oleh embun, sebagian berlubang, tanpa pembatas di sisi jurang. Dari balik barisan pinus, terdengar desis panjang ritmis, konstan seperti napas raksasa yang tidur di bawah tanah.

Di sanalah Sumur KMJ-3 berada. Tidak mencolok. Tidak pula dibungkus kemegahan. Namun uap yang terus mengepul darinya menandai satu hal: sejarah energi Indonesia pernah dimulai dari tempat sunyi ini.

Kawah yang Dijaga oleh Ingatan

RelatedPosts

Kamojang, Pusat Sejarah Panas Bumi Indonesia: Laboratorium Energi Hijau Berkelanjutan

PGE Ulubelu Sabet Penghargaan CSR Platinum dari Pemprov Lampung atas Komitmen Keberlanjutan

Rekor Kinerja Produksi dan Keuangan 2024: PGE Dorong Ekspansi Kapasitas Panas Bumi untuk Transisi Energi Nasional

Setibanya di kawasan kawah, tim ditemani Ibu Dedeh, warga setempat yang mengenal Kamojang bukan karena kebetulan melainkan dari cerita keluarga. Ia adalah anak Abah Omo, cucu dari Aki Edong penjaga kawasan generasi ketiga yang merawat Kamojang secara konvensional sejak lama, bahkan sebelum istilah panas bumi dikenal luas.

Foto bersama Tim Redaksi Berita Geothermal dan Tim ADPPI dengan Ibu Dedeh Generasi ke 3 dari Aki Edong masyarakat lokal yang menjaga kawasan KMJ 3 (Berita Geothermal)

Di tengah kepulan uap Kawah Kereta Api, Dedeh bercerita tentang kakeknya. Aki Edong, kata dia, telah ikut merawat Kawah Kamojang 3 sejak masa kolonial Belanda. 

Kala itu, belum ada pagar pembatas atau rambu keselamatan. Yang ada hanyalah kepercayaan bahwa kawah harus dijaga agar tidak membahayakan dan tetap memberi manfaat.

Cerita itu mengalir pelan, seiring suara uap yang tak pernah benar-benar berhenti.

Gagasan Sunyi Seorang Guru

Jauh sebelum kisah keluarga itu hidup, Kamojang telah lebih dulu hadir dalam sejarah lewat sebuah gagasan. Pada awal abad ke 20, JB Van Dijk, guru HBS di Bandung, mengusulkan pemanfaatan sumber panas bumi di Kamojang. Usulan ini menjadi pijakan awal pemikiran energi panas bumi di Indonesia.

Secara kebetulan, waktu itu beriringan dengan kelahiran industri panas bumi dunia. Pada 1918, lapangan panas bumi Larderello, Italia, telah memanfaatkan uap alam untuk menghasilkan listrik. Indonesia berada di tahun yang sama namun masih sebatas usulan. Dua jalan berbeda, satu garis waktu.

Ketika Tanah Menjawab Bor

Baru pada 1926, pemerintah kolonial Belanda mulai menembus tanah Kamojang dengan pengeboran dangkal pada kedalaman 60 hingga 128 meter. Dua tahun berselang, lima sumur eksplorasi lahir. Salah satunya adalah KMJ 3.

Dengan kedalaman sekitar 66 meter, sumur ini bertahan hingga hari ini, terus menyemburkan uap panas. Dalam dunia geotermal, uap Kamojang dikenal berkualitas tinggi dominan uap kering menjadikannya salah satu lapangan panas bumi terbaik di dunia.

Kawah sebagai Ruang Penyembuhan

Bagi warga, Kamojang bukan sekadar titik energi. Ibu Dedeh mengenang cerita tentang orang-orang yang datang dari berbagai daerah, bahkan luar kota, untuk mandi dan berendam di air kawah. Air panas alami itu dipercaya mampu membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Ia menunjuk ke area yang kini dipenuhi ilalang. Di sanalah dahulu terdapat tujuh pancuran yang menjadi tempat berendam dan mandi. Kini, pancuran-pancuran itu tak lagi berfungsi, tertutup vegetasi dan perubahan zaman.

Harapan Dedeh sederhana: agar pemandian yang dulu dibuat oleh kakeknya dapat difungsikan kembali, sebagai penanda bahwa Kamojang juga menyimpan sejarah sosial.

Dari Sunyi Menjadi Cahaya

Pasca kemerdekaan, Kamojang sempat terdiam. Baru pada 1970-an, eksplorasi kembali dilakukan. Pada 1978, panas bumi Kamojang menghasilkan listrik pertamanya sebesar 0,25 megawatt.

Unit demi unit menyusul. PLTP Kamojang Unit 1 beroperasi pada 1981, disusul Unit 2 dan 3 pada 1987. Kini, kawasan ini dikelola oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan kapasitas terpasang mencapai sekitar 235 megawatt menjadikannya PLTP pertama di Indonesia.

Alam, Wisata, dan Pengalaman Merasakan

Kamojang berada dalam kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang seluas 8.298,2 hektare, di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. 

Lanskap pegunungan, kabut uap kawah, pinus, dan vegetasi asli menjadikannya ruang wisata alam yang unik.

Fenomena Kawah Kereta Api, dengan suara uap menyerupai deru lokomotif, serta Kawah Hujan, yang menghadirkan sensasi mandi uap alami, menjadi magnet bagi pengunjung.

Banyak pengunjung datang bukan sekadar melihat, tetapi merasakan. Mandi uap dan berendam di air panas alami dipercaya membantu meredakan flu, memperlancar pernapasan, dan memperbaiki sirkulasi darah. Udara pegunungan yang bersih memberi jeda dari hiruk-pikuk kota.

Fasilitas tersedia secukupnya warung, toilet, musala, area parkir, gazebo, jalur pejalan kaki, spot foto dan play ground atau tempat bermain anak-anak meski mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Kawasan ini umumnya dibuka pukul 07.00–17.00 WIB, dengan tiket masuk sekitar Rp40.000, belum termasuk biaya kendaraan sekitar Rp15.000.

Jalan Menuju Tanah Panas

Akses menuju Kamojang bisa ditempuh dari Bandung melalui Majalaya Paseh, atau dari Garut melalui Samarang Pangkalan. 

Namun jalur menanjak, berlubang, dan minim pembatas menuntut kewaspadaan dan dipastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Perjalanan ke Kamojang adalah bagian dari pengalaman itu sendiri.

Uap yang Menjaga Masa Depan

Kamojang 3 bukan hanya sumur tua. Ia adalah simpul pertemuan antara gagasan, teknologi, dan manusia. Dari seorang guru, dari tangan warga lokal seperti Aki Edong, hingga pembangkit listrik modern semuanya berakar di tanah yang sama.

Di Kamojang, sejarah tidak ditulis ulang.Ia terus mengepul, setia, dari perut bumi menjadi pengingat bahwa energi terbesar lahir dari kesabaran menjaga alam.*

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Cagar Alam KamojangEnergi hijau IndonesiaEnergi Panas Bumigeothermal IndonesiaKamojang 3Kawah KamojangPGE KamojangPLTP KamojangSejarah panas bumi IndonesiaSumur KMJ-3TWA Kawah KamojangWisata edukasi geothermalWisata Kawah Kamojang
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Lestarikan Elang Jawa Lebih dari 1 Dekade, PGE Raih Penghargaan Menteri Kehutanan

Next Post

PGE Resmi Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, Perkuat Peran Panas Bumi dalam Transisi Energi

Related Posts

Semburan uap panas bumi di Kawah Kereta Api Kamojang, Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Area Kamojang, yang menjadi tonggak eksplorasi energi panas bumi pertama di Indonesia

Kamojang, Pusat Sejarah Panas Bumi Indonesia: Laboratorium Energi Hijau Berkelanjutan

7 November 2025
PGE Ulubelu Sabet Penghargaan CSR Platinum dari Pemprov Lampung atas Komitmen Keberlanjutan

PGE Ulubelu Sabet Penghargaan CSR Platinum dari Pemprov Lampung atas Komitmen Keberlanjutan

8 Mei 2025
Rekor Kinerja Produksi dan Keuangan 2024, PGE Dorong Ekspansi Kapasitas Panas Bumi untuk Transisi Energi Nasional

Rekor Kinerja Produksi dan Keuangan 2024: PGE Dorong Ekspansi Kapasitas Panas Bumi untuk Transisi Energi Nasional

27 Maret 2025
“Harmoni Merangkai Energi”, PGE Area Ulubelu Pererat Sinergi dan Tranparansi Melalui Kegiatan Media Gathering

“Harmoni Merangkai Energi”, PGE Area Ulubelu Pererat Sinergi dan Tranparansi Melalui Kegiatan Media Gathering

22 Maret 2025
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO), Julfi Hadi (berita geothermal)

Direktur Utama PGE Julfi Hadi Sukses Sabet Best CEO Award 2024, Pimpin PGE ke Puncak Industri Energi Hijau

5 Maret 2025
Direktur Utama PGE Julfi Hadi beserta Jajaran Manajemen dan Mitra Internasional PGE saat Meninjau Proyek Lumut Balai Unit 2

Kolaborasi Global Dorong PGE Menuju 1 GW Kapasitas Panas Bumi

14 Februari 2025
Next Post
PGE Resmi Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, Perkuat Peran Panas Bumi dalam Transisi Energi

PGE Resmi Tunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, Perkuat Peran Panas Bumi dalam Transisi Energi

Kawah Kareta (KMJ 3) di Dusun Kamojang Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung Jawa Barat

Satu Abad KMJ 3, ADPPI Kampanyekan Penetapan National Geothermal Heritage

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Kementerian ESDM Gelar Market Sounding PSPE Panas Bumi untuk 11 Lapangan Potensial

Pemerintah Lelang 11 PSPE dan 10 WKP Panas Bumi Lewat Platform GENESIS

26 Mei 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Berdiri Sejak 1995, Pusat Studi Geothermal UGM Jadi Motor Riset Panas Bumi Nasional

Berdiri Sejak 1995, Pusat Studi Geothermal UGM Jadi Motor Riset Panas Bumi Nasional

3 Maret 2026
PGEO Bawa Teknologi Panas Bumi Flow2Max ke Filipina, Target Pemasangan Juni 2026

PGEO Bawa Teknologi Panas Bumi Flow2Max ke Filipina, Target Pemasangan Juni 2026

3 Maret 2026
Seabad Perjalanan SLB: Dari Pemetaan Bawah Tanah hingga Pengembangan Energi Panas Bumi Dunia

Seabad Perjalanan SLB: Dari Pemetaan Bawah Tanah hingga Pengembangan Energi Panas Bumi Dunia

2 Maret 2026
Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

2 Maret 2026

Recent News

Berdiri Sejak 1995, Pusat Studi Geothermal UGM Jadi Motor Riset Panas Bumi Nasional

Berdiri Sejak 1995, Pusat Studi Geothermal UGM Jadi Motor Riset Panas Bumi Nasional

3 Maret 2026
PGEO Bawa Teknologi Panas Bumi Flow2Max ke Filipina, Target Pemasangan Juni 2026

PGEO Bawa Teknologi Panas Bumi Flow2Max ke Filipina, Target Pemasangan Juni 2026

3 Maret 2026
Seabad Perjalanan SLB: Dari Pemetaan Bawah Tanah hingga Pengembangan Energi Panas Bumi Dunia

Seabad Perjalanan SLB: Dari Pemetaan Bawah Tanah hingga Pengembangan Energi Panas Bumi Dunia

2 Maret 2026
Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

Sarulla Target Mulai Pengeboran Panas Bumi Juli 2026, Target Ekspansi dari 330 MW ke 1.000 MW

2 Maret 2026
Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In