Berita Geothermal – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Kabupaten Manggarai. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke fasilitas tersebut pada Rabu (16/7/2025), setelah sebelumnya mengunjungi PLTP Mataloko di Kabupaten Ngada.
Gubernur Melki mengapresiasi PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun dengan kapasitas 10 megawatt dan dinilai ramah lingkungan. Menurutnya, keberadaan PLTP ini menjadi bukti bahwa pembangkit listrik panas bumi dapat dikelola secara baik dan aman.
“Saya bersyukur sekali karena kita punya Ulumbu ini. Sejak beroperasi tahun 2012, Ulumbu aman dan terkendali. Ini membuktikan bahwa jika dikelola dengan benar, energi panas bumi bisa menjadi berkah dan bukan ancaman,” ungkap Gubernur Melki di hadapan ratusan warga di halaman kantor PLTP Ulumbu.
Dalam kunjungannya, Gubernur didampingi oleh Bupati Manggarai Herybertus Nabit, Kapolres Manggarai AKBP Hendri Syaputra, Dandim 1612/Manggarai Letkol Inf. Budiman Manurung, serta sejumlah pejabat lainnya.
Gubernur juga menggelar dialog terbuka dengan berbagai kelompok masyarakat, baik yang mendukung, menolak, maupun yang bersikap netral terhadap proyek pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 di wilayah Poco Leok.
Dalam forum itu, ia menanyakan langsung kepada masyarakat Desa Wewo, tempat PLTP Ulumbu berdiri, tentang dampak sosial dan lingkungan dari keberadaan pembangkit yang sudah beroperasi lebih dari satu dekade tersebut.
“Apakah PLTP Ulumbu membuat hasil pertanian menurun? Apakah ada keracunan, ternak yang mati mendadak, atau warga yang terganggu tidurnya karena aktivitas PLTP?” tanya Gubernur kepada warga Desa Wewo.
Menjawab pertanyaan Gubernur, masyarakat menjawab bahwa kehidupan mereka berjalan normal. Pertanian dan peternakan tetap berkembang, dan tidak ada gangguan kesehatan yang mereka alami akibat keberadaan pembangkit.
Selain berdialog dengan warga Wewo, Gubernur juga mengunjungi Desa Lungar—salah satu lokasi rencana pengembangan proyek panas bumi dengan kapasitas 40 megawatt. Di sana, ia menemui warga yang menyatakan penolakan terhadap proyek tersebut.
Menanggapi penolakan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya dialog untuk menghindari konflik dan memastikan proyek berjalan dengan cara yang adil dan bijaksana.
“Geotermal tidak lebih hebat dari persaudaraan dan kekeluargaan. Jauh sebelum barang ini ada, kita sudah menjadi keluarga besar. Mari kita jaga relasi yang sempat renggang agar tidak menimbulkan konflik,” pesannya.
Gubernur juga menegaskan bahwa proyek pembangunan harus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, seperti yang ditekankan oleh Uskup dan para aktivis.
“Pemerintah punya niat baik membangun wilayah ini tanpa mengorbankan masyarakat. Kalau kami punya niat jahat terhadap Poco Leok, kami tidak akan selamat keluar dari sini,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya itikad baik dan partisipasi warga dalam proses pembangunan.
Dengan semangat dialog dan transparansi, Gubernur Melki Laka Lena optimis bahwa proyek pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 akan terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















