• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Berita

Mahasiswa Unsada Kunjungi PLTP Gunung Salak, Pelajari Penerapan ESG dan Proses Panas Bumi

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
24 Februari 2026
in Berita
A A
0
Mahasiswa Unsada Kunjungi PLTP Gunung Salak, Pelajari Penerapan ESG dan Proses Panas Bumi

Mahasiswa Unsada meninjau PLTP Gunung Salak di Sukabumi dalam kunjungan akademik untuk mempelajari pembangkitan panas bumi dan penerapan ESG.(Doc.Unsada)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Berita Geothermal – Aktivitas pembangkitan listrik berbasis panas bumi tak hanya berbicara soal produksi energi, tetapi juga menyangkut penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG). Hal inilah yang menjadi fokus kunjungan akademik mahasiswa Universitas Darma Persada (Unsada) ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.

Kunjungan yang berlangsung pada 3 Februari 2026 itu diikuti mahasiswa Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Sekolah Pascasarjana Unsada. Para peserta diajak melihat langsung proses pembangkitan listrik panas bumi yang dinilai memiliki peran strategis dalam transisi energi nasional sekaligus upaya pengurangan emisi karbon.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Akhmad Muji Hartono, menyebut PLTP Gunung Salak sebagai salah satu aset penting dalam bauran energi nasional.

RelatedPosts

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

“PLTP Gunung Salak merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi saat ini lebih dari sekitar ±400 MW,” ujar Akhmad dalam keterangannya di Sukabumi, Senin (23/2/2026).

“Pembangkit ini berperan strategis dalam mendukung transisi energi nasional serta memberikan pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dari Safety Induction hingga Ruang Kontrol

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari mahasiswa magister lintas semester, mahasiswa sarjana, dan dosen pendamping mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Sebelum memasuki area pembangkit, peserta terlebih dahulu mendapatkan safety induction dari tim Star Energy Geothermal Salak Ltd untuk memastikan pemahaman terhadap prosedur keselamatan kerja.

General Manager PLTP Gunung Salak, Irwan Januar, kemudian menjelaskan tahapan pembangkitan listrik panas bumi secara menyeluruh. Mulai dari sumur produksi, proses pemisahan uap, penggerak turbin, generator, hingga pengaturan beban listrik di ruang kontrol.

Kegiatan dilanjutkan dengan plant tour di area Plant AWI-1. Dalam sesi ini, mahasiswa melihat langsung bagaimana aspek teknis pembangkitan berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan dan hubungan sosial di wilayah sekitar.

Ruang Kuliah Tak Hanya di Kampus

Akhmad menilai kunjungan industri tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran kontekstual.

“Kami ingin ruang kuliah tak lagi bersekat dinding,” ujarnya.

Direktur Magister Teknik Energi Terbarukan Sekolah Pascasarjana Unsada, As Natio Lasman, mengatakan bahwa mahasiswa perlu memahami panas bumi tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif sistem energi nasional.

“Dengan melihat langsung proses pembangkitan, mahasiswa tak sekadar memahami aspek teknis, tetapi juga menangkap gambaran besar, yakni bagaimana panas bumi menjadi salah satu kunci transisi energi nasional,” katanya.

Sementara itu, pakar geothermal sekaligus dosen Unsada, Riki Firmandha Ibrahim, menekankan pentingnya pembentukan karakter profesional sejak di bangku kuliah.

“Ini soal membentuk karakter profesional,” ujarnya. Menurut Riki, pengalaman lapangan memberi pemahaman bahwa kompetensi teknis harus sejalan dengan budaya kerja dan nilai korporasi.

“Unsada ingin menjadi bagian dari solusi manajemen energi masa depan Indonesia,” tegasnya.

Akhmad menambahkan, kunjungan ini juga diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi riset berkelanjutan antara akademisi dan industri, khususnya terkait penerapan ESG di sektor panas bumi.

“Pengalaman dan data empiris ini akan menjadi referensi tesis dan publikasi ilmiah yang berkontribusi bagi teknologi geothermal nasional,” pungkasnya.

Pemanfaatan Panas Bumi Masih Tertinggal

ADVERTISEMENT

Di luar pembelajaran akademik, diskusi juga menyinggung kondisi pemanfaatan panas bumi nasional. Saat ini, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia baru mencapai sekitar 11,5 persen dari total potensi yang dimiliki. Padahal, secara kapasitas terpasang, Indonesia berada di peringkat kedua dunia setelah Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan negara lain di kawasan.

“Filipina mampu memanfaatkan sekitar 48,07 persen dari total potensi panas buminya,” ujar Komaidi dalam paparannya, dikutip Senin (8/12/2025).

Target Ambisius, Tantangan Nyata

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, kontribusi energi baru dan terbarukan ditargetkan mencapai 51 persen atau 27,4 gigawatt hingga 61,3 persen atau 42,6 gigawatt dari tambahan kapasitas pembangkit nasional. Untuk panas bumi, penambahan kapasitas ditetapkan sebesar 5,2 gigawatt.

Meski memiliki keunggulan sebagai pembangkit beban dasar yang mampu beroperasi stabil dengan faktor kapasitas 90–95 persen dan tidak bergantung cuaca, pengembangan PLTP masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah struktur pasar listrik panas bumi yang bersifat monopsoni, di mana hanya terdapat satu pembeli listrik.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengembang masih menunggu kepastian perjanjian jual beli listrik dan uap sebelum melanjutkan tahap eksplorasi, sehingga laju pengembangan panas bumi berjalan lebih lambat dari target.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: 5 persenDekarbonisasienergi bersihEnergi Panas BumiEnergi TerbarukanESG energigeothermal Indonesiakapasitas 400 MWmahasiswa energi terbarukanPanas Bumipemanfaatan panas bumi 11pembangkit listrik panas bumiPLTP Gunung SalakRUPTL 2025–2034Star Energy Geothermaltransisi energiUniversitas Darma PersadaUnsada
ShareSendSharePinSend
Previous Post

DEN Dorong Percepatan Panas Bumi, Geo Dipa Diminta Perkuat Peran Nasional

Next Post

EBTKE Rilis Pedoman Investasi Panas Bumi, Ini Tahapan Lengkap Pengembangan Proyek PLTP

Related Posts

PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

5 Oktober 2026
3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

21 September 2026
MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

26 Agustus 2026
Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

23 Agustus 2026
Next Post
EBTKE Rilis Pedoman Investasi Panas Bumi, Ini Tahapan Lengkap Pengembangan Proyek PLTP

EBTKE Rilis Pedoman Investasi Panas Bumi, Ini Tahapan Lengkap Pengembangan Proyek PLTP

Indonesia Peringkat Kedua Dunia Energi Panas Bumi, Kapasitas PLTP Capai 2,71 GW

Indonesia Peringkat Kedua Dunia Energi Panas Bumi, Kapasitas PLTP Capai 2,71 GW

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

24 September 2026
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Recent News

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In