• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Lingkungan

PGE Kamojang Kembangkan Inovasi Panas Bumi, dari Pengering Kopi hingga Penghangat Kolam Ikan

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
28 Oktober 2026
in Lingkungan
A A
0
PGE Kamojang Kembangkan Inovasi Panas Bumi, dari Pengering Kopi hingga Penghangat Kolam Ikan

PGE Area Kamojang mengembangkan Geodehydrator dan Geofishery untuk memanfaatkan panas bumi dalam pengolahan hasil pertanian dan budidaya ikan.(Dok.Irfan/Beritageothermal.com)

Share Share ShareShareShare

Bandung, Beritageothermal.com – Energi panas bumi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mulai dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor kelistrikan. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang mengembangkan teknologi berbasis panas bumi untuk membantu pengolahan hasil pertanian, meningkatkan produktivitas budidaya ikan, hingga memperluas peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui inovasi yang dirancang berdasarkan kebutuhan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dua program yang dikembangkan adalah Geodehydrator untuk pengeringan hasil pertanian dan Geofishery untuk mendukung budidaya ikan.

Perwakilan fungsi pemberdayaan masyarakat dan kehumasan PGE Area Kamojang, Irwandi, mengatakan sumber daya panas bumi di wilayahnya memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan listrik.

RelatedPosts

Sasaka Alam Kamojang: Cara PGE Padukan Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Warga

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

PGE Lahendong Jaga Yaki Berstatus Kritis Sambil Kembangkan Aren untuk Masyarakat

“Di Kamojang ini unik. Selain kita punya sumber daya panas bumi untuk menghasilkan listrik, ternyata sumber daya ini bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan ekonomi masyarakat,” jelas Irwandi dalam kegiatan kunjungan lapangan dan diskusi pengembangan energi panas bumi di Kamojang, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Menurut Irwandi, pengembangan inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mengolah hasil produksi. Petani, misalnya, membutuhkan metode pengolahan agar komoditas yang dipanen dapat dijual dalam bentuk lain dan memiliki nilai tambah.

Kebutuhan itu kemudian mendorong pengembangan teknologi pengering yang memanfaatkan energi panas dari kawasan geotermal.

Geodehydrator Bantu Petani Olah Hasil Panen

Melalui program Geodehydrator, panas bumi dimanfaatkan untuk membantu proses pengeringan sejumlah hasil pertanian, termasuk kentang dan ubi ungu.

Inovasi tersebut muncul setelah petani menyampaikan keinginan untuk mengembangkan produk olahan, alih-alih hanya menjual hasil panen dalam kondisi segar. Pengeringan menjadi salah satu pilihan untuk memperluas bentuk produk yang bisa dipasarkan.

Irwandi menceritakan usulan tersebut berasal dari masyarakat yang melihat peluang pengolahan hasil pertanian menggunakan sumber energi yang tersedia di lingkungan mereka.

“Mereka mengusulkan, Pak kita punya olahan hasil pertanian nih, kira-kira selain dijual fresh begitu, bisa nggak ya kita olah lagi dengan menggunakan pengeringan panas bumi,” ungkapnya.

PGE kemudian bekerja bersama masyarakat untuk mengembangkan alat pengering yang menggunakan panas bumi dari sekitar kawasan pembangkit.

Teknologi itu ditujukan untuk memangkas waktu pengeringan sehingga proses produksi dapat berjalan lebih efisien. Dengan pengolahan yang lebih optimal, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk dalam jumlah lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik.

“Intinya adalah kita ini menciptakan efisiensi waktu pengeringan, sehingga didapatkan produksi yang lebih banyak, dengan kualitas yang lebih baik, dan juga bisa memiliki daya jual yang tinggi,” ujarnya.

Pemanfaatan panas bumi dalam proses pengolahan tersebut juga membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan produk turunan. Hasil panen tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi dapat diolah sesuai kebutuhan pasar.

Geofishery Atasi Tantangan Budidaya Ikan di Daerah Dingin

Tantangan berbeda muncul pada sektor perikanan. Suhu air yang relatif dingin di kawasan Kamojang menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan.

Masyarakat kemudian mengusulkan pemanfaatan panas bumi untuk membantu menghangatkan air kolam. Gagasan tersebut dikembangkan menjadi program Geofishery.

Irwandi menjelaskan inovasi ini dirancang untuk membantu menciptakan kondisi air yang lebih sesuai bagi kegiatan budidaya ikan.

“Bagaimana kalau kita hangatkan airnya dengan menggunakan panas bumi, dan ternyata memang sangat bisa, dan terciptalah ide inovasi geofishery,” jelas Irwandi.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyampaikan hasil perbandingan dalam program tersebut menunjukkan bobot ikan yang dipelihara menggunakan air yang dihangatkan dengan panas bumi dapat mencapai sekitar 85% hingga 90% lebih tinggi dibandingkan ikan yang dipelihara dengan air biasa pada periode yang sama.

Meski demikian, angka tersebut merupakan keterangan dari Irwandi. Rincian mengenai jenis ikan, jumlah sampel, durasi pengujian, dan metode perbandingan belum dijelaskan dalam pemaparannya.

Pengembangan Geofishery juga berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Ikan yang dibudidayakan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti abon ikan, ikan asin, dan ikan asap.

Selain itu, panas bumi dimanfaatkan untuk membantu pengeringan bahan pakan ikan. Rangkaian pemanfaatan tersebut memperlihatkan peluang penggunaan energi geotermal dalam beberapa proses produksi sekaligus.

Tina Talisa Soroti Manfaat Panas Bumi untuk Masyarakat

Pemanfaatan langsung panas bumi di Kamojang turut mendapat perhatian Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sosial, Tina Talisa.

Tina menilai pemanfaatan energi geotermal perlu dilihat dari manfaatnya bagi masyarakat, termasuk dalam membantu kegiatan produksi dan pengembangan usaha lokal.

Salah satu contoh yang disorot adalah pengeringan kopi. Pengolahan kopi di wilayah pegunungan dapat terkendala cuaca hujan dan kondisi udara lembap, terutama ketika proses pengeringan mengandalkan sinar matahari.

Penggunaan panas bumi berpotensi menjadi alternatif untuk membantu proses tersebut sehingga kegiatan pengolahan tidak sepenuhnya bergantung pada cuaca.

Tina juga menyoroti penerapan panas bumi pada sektor perikanan, terutama untuk membantu menyesuaikan suhu air bagi budidaya ikan di kawasan yang relatif dingin.

“Jadi ikan itu kan butuh hangat, di sini kan dingin, dihangatkan dengan pakai panas bumi,” ujarnya.

Selain kopi dan perikanan, Tina menyebut masyarakat juga mengembangkan aneka produk makanan, termasuk keripik dan olahan hasil pertanian lainnya.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan panas bumi dapat dikaitkan dengan kebutuhan usaha masyarakat, mulai dari proses pengolahan bahan baku hingga pengembangan produk siap jual.

Pemanfaatan Langsung Buka Peluang Ekonomi Lokal

Pengembangan Geodehydrator dan Geofishery menjadi contoh penerapan panas bumi secara langsung atau direct use. Dalam pendekatan ini, energi panas dimanfaatkan untuk kegiatan produktif tanpa harus terlebih dahulu diubah menjadi listrik.

Penerapannya di Kamojang diarahkan untuk membantu masyarakat mengatasi kendala produksi, memperbaiki efisiensi pengolahan, dan mengembangkan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.

Meski menawarkan peluang, dampak ekonomi program tetap perlu dilihat dari sejumlah aspek, seperti penghematan biaya produksi, kapasitas pengolahan, konsistensi kualitas, dan kemampuan produk menembus pasar.

Pengembangan usaha juga membutuhkan dukungan keterampilan, pengelolaan produksi, serta pemasaran agar manfaat teknologi dapat berkelanjutan.

Melalui program pemberdayaan tersebut, PGE Area Kamojang berupaya memperluas pemanfaatan sumber daya geotermal agar tidak hanya berkontribusi pada penyediaan listrik, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Energi TerbarukanGeodehydratorGeofisherygeotermalPanas BumiperikananPertanianPGE KamojangUMKM
ShareSendSharePinSend
Previous Post

ESDM Kaji Potensi Geotermal Gunung Pandan, Survei Berlangsung 30 Hari

Related Posts

Sasaka Alam Kamojang: Cara PGE Padukan Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Warga

Sasaka Alam Kamojang: Cara PGE Padukan Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Warga

22 Oktober 2026
PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

5 Oktober 2026
PGE Lahendong Jaga Yaki Berstatus Kritis Sambil Kembangkan Aren untuk Masyarakat

PGE Lahendong Jaga Yaki Berstatus Kritis Sambil Kembangkan Aren untuk Masyarakat

1 Oktober 2026
PGE Lumut Balai Ajak Siswa SD Belajar Langsung Energi Panas Bumi di Hari Anak Nasional

PGE Lumut Balai Ajak Siswa SD Belajar Langsung Energi Panas Bumi di Hari Anak Nasional

28 Juli 2026
PGE Lumut Balai Tanam 2.218 Pohon, Perkuat Kelestarian Hutan demi Jaga Energi Panas Bumi

PGE Lumut Balai Tanam 2.218 Pohon, Perkuat Kelestarian Hutan demi Jaga Energi Panas Bumi

30 Juni 2026
Kelola Potensi Panas Bumi 800 MW, Geo Dipa Perkuat Sistem Digital demi Percepat Transisi Energi

Kelola Potensi Panas Bumi 800 MW, Geo Dipa Perkuat Sistem Digital demi Percepat Transisi Energi

27 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

25 Februari 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
PGE Area Kamojang Sosialisasikan AJP 2026, Dorong Jurnalisme Energi Berkelanjutan

PGE Area Kamojang Sosialisasikan AJP 2026, Dorong Jurnalisme Energi Berkelanjutan

22 Oktober 2026
PGE Kamojang Kembangkan Inovasi Panas Bumi, dari Pengering Kopi hingga Penghangat Kolam Ikan

PGE Kamojang Kembangkan Inovasi Panas Bumi, dari Pengering Kopi hingga Penghangat Kolam Ikan

28 Oktober 2026
ESDM Kaji Potensi Geotermal Gunung Pandan, Survei Berlangsung 30 Hari

ESDM Kaji Potensi Geotermal Gunung Pandan, Survei Berlangsung 30 Hari

28 Oktober 2026
Area Vital Kawasan PLTP Kamojang, Jawa Barat

PGE Catat Rekor Produksi Listrik 4.114 GWh, Kamojang jadi Kontributor Terbesar

28 Oktober 2026
Pakar Energi UGM Fahmy Radhi Bongkar 3 Biang Kerok Investasi Panas Bumi RI Seret

Pakar Energi UGM Fahmy Radhi Bongkar 3 Biang Kerok Investasi Panas Bumi RI Seret

26 Oktober 2026

Recent News

PGE Kamojang Kembangkan Inovasi Panas Bumi, dari Pengering Kopi hingga Penghangat Kolam Ikan

PGE Kamojang Kembangkan Inovasi Panas Bumi, dari Pengering Kopi hingga Penghangat Kolam Ikan

28 Oktober 2026
ESDM Kaji Potensi Geotermal Gunung Pandan, Survei Berlangsung 30 Hari

ESDM Kaji Potensi Geotermal Gunung Pandan, Survei Berlangsung 30 Hari

28 Oktober 2026
Area Vital Kawasan PLTP Kamojang, Jawa Barat

PGE Catat Rekor Produksi Listrik 4.114 GWh, Kamojang jadi Kontributor Terbesar

28 Oktober 2026
Pakar Energi UGM Fahmy Radhi Bongkar 3 Biang Kerok Investasi Panas Bumi RI Seret

Pakar Energi UGM Fahmy Radhi Bongkar 3 Biang Kerok Investasi Panas Bumi RI Seret

26 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In