Jakarta, beritageothermal.com – Pemanfaatan panas bumi untuk kebutuhan di luar pembangkit listrik mengantarkan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026.
Dalam ajang tersebut, PGE Area Ulubelu menempati posisi Juara II kategori Penerapan Teknologi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Langsung. Penghargaan diberikan atas inovasi Geothermal Greenhouse yang dikembangkan di wilayah operasional Ulubelu.
Apresiasi EBTKE 2026 digelar Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Acara berlangsung di Junior Ballroom Lantai 3, JIEXPO Convention Area, Kemayoran, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Tahun ini, Apresiasi EBTKE membawa tema “Apresiasi Untuk Dedikasi, Kolaborasi Untuk Transisi Energi Menuju Indonesia Berkelanjutan”.
Panas Bumi Tak Hanya untuk Listrik
Selama ini panas bumi banyak dikenal sebagai salah satu sumber energi untuk pembangkitan listrik. PGE Area Ulubelu mencoba memperluas pemanfaatannya melalui konsep direct use.
Lewat Geothermal Greenhouse, panas bumi dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung aktivitas di sektor nonkelistrikan. Konsep ini menjadi salah satu bentuk pengembangan pemanfaatan panas bumi agar sumber daya tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih luas.
Bagi PGE Area Ulubelu, penghargaan yang diperoleh bukan sekadar capaian dalam kompetisi. Pengakuan tersebut sekaligus menjadi pemacu untuk mengembangkan pemanfaatan panas bumi dengan pendekatan yang lebih beragam.
General Manager PGE Area Ulubelu Edy Sudarmadi mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan sekaligus mendorong pihaknya untuk terus mengoptimalkan potensi panas bumi.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi PGE Area Ulubelu untuk terus mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan langsung panas bumi. Kami ingin memastikan bahwa potensi panas bumi dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya sebagai sumber energi bersih, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dan manfaat yang lebih luas,” kata Edy.
Pengembangan tersebut sejalan dengan strategi Beyond Electricity PGE. Melalui strategi ini, perusahaan berupaya melihat panas bumi dari perspektif yang lebih luas, bukan semata-mata sebagai bahan baku pembangkitan listrik.
Pemanfaatan langsung menjadi salah satu peluang untuk mengoptimalkan sumber daya panas bumi sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai inovasi baru yang dapat memberikan dampak ekonomi maupun sosial.
PGE Sabet Empat Penghargaan
Prestasi PGE di Apresiasi EBTKE 2026 tidak hanya datang dari Area Ulubelu. Secara keseluruhan, PGE berhasil mengamankan empat penghargaan di sektor panas bumi.
Di kategori Penerapan Teknologi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Langsung, PGE Area Kamojang meraih Juara III lewat inovasi Geothermal Drytube.
Dua penghargaan lainnya diperoleh pada kategori Pembukaan Green Jobs dan Pengembangan SDM Lokal dari Pemanfaatan Langsung Panas Bumi.
PGE Area Kamojang keluar sebagai Juara I melalui Geothermal Dryhouse. Sementara PGE Area Lahendong meraih Juara II dengan inovasi Pupuk Booster Katrili.
Deretan penghargaan tersebut memperlihatkan pengembangan panas bumi mulai diarahkan pada pemanfaatan yang lebih beragam. Tidak hanya menghasilkan listrik, energi panas bumi juga dikembangkan untuk mendukung kegiatan produktif sekaligus membuka peluang manfaat baru di tingkat lokal.
Bagi PGE Area Ulubelu, penghargaan atas Geothermal Greenhouse menjadi pijakan untuk melanjutkan inovasi pemanfaatan langsung panas bumi. Pengembangan ke depan diarahkan agar potensi energi terbarukan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Upaya itu sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih yang memiliki potensi pemanfaatan lebih luas dalam mendukung agenda transisi energi di Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini
















