• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Berita

Kopi Panas Bumi Kamojang Makin Mendunia: Usai Asia, Kini Siap Hadir di Eropa

Bulan Tresyana by Bulan Tresyana
15 Juli 2025
in Berita
A A
0
Kopi Panas Bumi Kamojang Makin Mendunia: Usai Asia, Kini Siap Hadir di Eropa

Proses pengeringan biji kopi dengan menggunakan energi panas bumi di PGE Kamojang Jawa Barat

Share Share ShareShareShare

Berita Geothermal –  Inovasi pengolahan kopi yang menggabungkan teknologi ramah lingkungan dengan kearifan lokal berhasil mengantarkan kopi Kamojang menembus pasar internasional.

Lewat metode Geothermal Coffee Process (GCP), pemanfaatan panas bumi untuk mengeringkan biji kopi kini menjadi simbol keberhasilan ekonomi berkelanjutan dan kemandirian lokal yang berdampak luas.

GCP bukan sekadar inovasi teknis. Di balik teknologi ini, lebih dari 653 petani lokal terlibat aktif dalam seluruh rantai proses, dari hulu hingga hilir. Model bisnis yang dikembangkan PGE Area Kamojang, Jawa Barat, bersama kelompok petani, prosesor, roaster, dan barista ini membentuk ekosistem usaha kopi yang tak hanya produktif, tapi juga inklusif dan ramah lingkungan.

RelatedPosts

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

Geothermal Coffee Process menggunakan uap panas bumi sebagai sumber energi untuk proses pengeringan biji kopi. Metode ini membawa banyak keunggulan dibanding pengeringan konvensional. Selain mengandalkan energi terbarukan dan hemat energi karena memanfaatkan sisa produksi panas yang sebelumnya terbuang, GCP juga mempercepat proses pengeringan secara signifikan.

Contohnya, metode fermentasi dan penjemuran kopi full wash yang biasa memakan waktu hingga 10 hari, kini dapat diselesaikan hanya dalam 2–4 hari menggunakan teknologi geothermal. Bahkan proses natural yang biasanya memerlukan waktu 35–42 hari kini bisa dipersingkat menjadi hanya 7–10 hari.

Tak hanya efisien, metode ini juga meningkatkan higienitas produk. Suhu hangat dan kering di geothermal dry house mencegah fermentasi tidak terkontrol dan melindungi kopi dari kontaminasi eksternal, seperti debu dan asap kendaraan yang dulu sering dikeluhkan petani saat menjemur kopi di pinggir jalan.

Ekspor ke Jepang, Timur Tengah, dan Target Eropa

Keberhasilan GCP bukan hanya soal teknis dan efisiensi, tetapi juga pengaruhnya di pasar global. Kopi Kamojang yang diolah dengan metode ini telah menembus pasar ekspor Asia di antaranya ke Jepang, Riyadh, Jeddah, Dubai, dan Korea Selatan. Keunikan rasa dan konsistensi kualitas yang dihasilkan dari proses ini membuat kopi GCP menjadi primadona baru di pasar internasional.

Salah satu tokoh di balik kesuksesan ini adalah Muhammad Ramdhan Reza Nurfadilah, atau Deden, pemuda asal Kamojang yang menjadi pionir pengembangan GCP.

Deden dan timnya mampu menyerap hingga 20 ton biji kopi dalam satu musim panen. Kini, ia tengah menargetkan ekspansi ke pasar Eropa sekaligus mengurus hak paten atas teknologi GCP untuk melindungi inovasi ini dari klaim pihak asing.

Perusahaan panas bumi PGE Area Kamojang, sebagai penggagas teknologi ini, menyatakan bahwa kolaborasi antara teknologi panas bumi dan komunitas lokal adalah masa depan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami percaya, dengan dukungan para petani lokal, mitra komunitas, dan pemanfaatan teknologi geothermal, produk unggulan seperti kopi dapat menjadi simbol ketahanan, inovasi, dan kebanggaan bangsa,” ungkap pihak PGE dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa 15/7).

Keberhasilan GCP menunjukkan bahwa teknologi ramah lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan petani dan perluasan pasar. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi, kopi panas bumi dari Kamojang menjadi bukti bahwa inovasi lokal bisa bersaing di kancah global.***

ADVERTISEMENT

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: GCPGeothermalGeothermal Coffee Processkopi panas bumiPanas BumiPGE Kamojang
ShareSendSharePinSend
Previous Post

PGE Kamojang dan Pusat Konservasi Elang Gelar Lomba IG Reels Bertema “Elang Lestari, Alam Harmoni”

Next Post

Aceh Simpan 15 Titik Panas Bumi, Ini Rinciannya: Tiga Sudah Jadi WKP dan Siap Dikembangkan

Related Posts

PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

5 Oktober 2026
3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

21 September 2026
MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

26 Agustus 2026
Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

23 Agustus 2026
Next Post
Aceh Simpan 15 Titik Panas Bumi, Ini Rinciannya: Tiga Sudah Jadi WKP dan Siap Dikembangkan

Aceh Simpan 15 Titik Panas Bumi, Ini Rinciannya: Tiga Sudah Jadi WKP dan Siap Dikembangkan

Gubernur Bengkulu Siap Kirim Surat ke Presiden Prabowo untuk Percepat Proyek PLTP Hululais

Gubernur Bengkulu Siap Kirim Surat ke Presiden Prabowo untuk Percepat Proyek PLTP Hululais

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

24 September 2026
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Recent News

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In