Jakarta, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kinerja bisnis panas bumi. Melalui ekosistem G-Bionic, perusahaan mengintegrasikan sejumlah sistem untuk mempercepat proses kerja, memantau proyek, serta meningkatkan kualitas keputusan berbasis data.
Penerapan teknologi tersebut diklaim memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur. Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyampaikan, pemanfaatan teknologi digital perusahaan menghasilkan nilai tambah aktual sebesar 312.000 dolar AS atau sekitar Rp 5,15 miliar.
Kontribusi tersebut berasal dari optimalisasi kinerja hot well pump di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu. Optimalisasi itu mendorong peningkatan keluaran produksi lebih dari 2 megawatt (MW).
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran pemanfaatan data untuk mendukung peningkatan kinerja pembangkit. Bagi perusahaan energi panas bumi, informasi operasional yang terintegrasi dapat membantu mengidentifikasi peluang optimalisasi sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah perbaikan.
PGE pun mengembangkan G-Bionic sebagai ekosistem yang mencakup berbagai kebutuhan operasional dan manajerial. Ada lima produk digital yang diperkenalkan, yaitu G-COMPASS, PEDAS, PIMS Historian, GENIUS, dan G-ENERGYZER.
Dari Pengawasan Proyek hingga Pemanfaatan AI
Lima produk G-Bionic memiliki peran berbeda dalam mendukung kegiatan bisnis PGE.
G-COMPASS berfokus pada pengelolaan kontrak dan pengadaan. Sistem ini dirancang untuk menstandarkan proses administrasi agar penanganan dokumen menjadi lebih efisien. PGE menyebut platform tersebut berpotensi mengurangi waktu peninjauan kontrak lebih dari 60 persen dan mempercepat persetujuan dokumen lebih dari 70 persen.
Sementara itu, PEDAS digunakan untuk memantau perkembangan proyek secara real-time. Informasi yang tersaji melalui dasbor ini memungkinkan perkembangan pekerjaan dipantau secara lebih aktual untuk mendukung evaluasi dan pengawasan proyek.
Pada aspek operasional, PGE mengandalkan PIMS Historian untuk menyediakan data pemantauan yang dapat digunakan sebagai landasan analisis kinerja. Penggunaan data operasional diharapkan membantu perusahaan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi aktual fasilitas panas bumi.
PGE juga menghadirkan GENIUS, asisten kerja yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Produk ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas kerja.
Adapun G-ENERGYZER dikembangkan untuk asesmen kompetensi sumber daya manusia (SDM). Sistem tersebut mendukung evaluasi kompetensi karyawan agar pengembangan kemampuan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Kombinasi kelima produk tersebut memperlihatkan cakupan digitalisasi PGE yang tidak terbatas pada pembangkit. Transformasi juga menyentuh administrasi bisnis, pengawasan proyek, pemanfaatan kecerdasan buatan, serta pengembangan kompetensi karyawan.
PGE Tingkatkan Kematangan Digital
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan transformasi digital perusahaan kini diarahkan menuju tingkat kematangan yang lebih tinggi.
“Saat ini kita sedang bergerak dari tahap inisiasi menuju tingkat maturitas digital yang advanced,” ujarnya kepada media, Sabtu, 1 Juli 2026.
Menurut Andi, pengembangan G-Bionic didukung infrastruktur keamanan siber. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem digital yang mendukung perubahan cara kerja, percepatan inovasi, dan peningkatan efisiensi.
Keamanan siber menjadi aspek penting dalam transformasi tersebut karena semakin terintegrasinya proses bisnis membuat perlindungan sistem dan informasi perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan teknologi.
Bagi PGE, digitalisasi diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar penggunaan aplikasi. Pemanfaatan data untuk mengevaluasi kinerja, memantau perkembangan proyek, dan menyederhanakan proses kerja menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas operasional.
Nilai tambah yang dilaporkan dari optimalisasi hot well pump di PLTP Ulubelu menjadi salah satu contoh hasil penerapan teknologi tersebut. Ke depan, pemanfaatan sistem digital diharapkan turut mendukung pengelolaan aset panas bumi yang lebih efisien dan memperkuat proses pengambilan keputusan perusahaan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini
















